Sejarah INDONESIA
Secara
geologi, wilayah Indonesia modern (untuk
kemudahan, selanjutnya disebut Nusantara) merupakan pertemuan
antara tiga lempeng benua utama: Lempeng Eurasia, Lempeng
Indo-Australia,
dan Lempeng
Pasifik
(lihat artikel Geologi
Indonesia).
Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es, sekitar 10.000
tahun yang lalu.
Pada
masa Pleistosen, ketika masih
terhubung dengan Asia Daratan, masuklah
pemukim pertama. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni awal adalah
fosil-fosil Homo
erectus
manusia Jawa dari masa 2 juta
hingga 500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa "manusia Flores" (Homo floresiensis)[1] di Liang Bua, Flores, membuka kemungkinan
masih bertahannya H. erectus hingga masa Zaman Es terakhir.[2]
Homo
sapiens
pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu melewati
jalur pantai Asia dari Asia Barat, dan
pada sekitar 60 000 sampai 70 000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua
dan Australia.[3] Mereka, yang berfenotipe kulit gelap dan
rambut ikal rapat, menjadi nenek moyang penduduk asli Melanesia (termasuk Papua) sekarang dan membawa kultur kapak
lonjong (Paleolitikum). Gelombang pendatang
berbahasa
Austronesia
dengan kultur Neolitikum datang secara
bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melalui Formosa dan Filipina membawa kultur
beliung persegi (kebudayaan
Dongson).
Proses migrasi ini merupakan bagian dari pendudukan Pasifik. Kedatangan
gelombang penduduk berciri Mongoloid ini cenderung ke
arah barat, mendesak penduduk awal ke arah timur atau berkawin campur dengan
penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta Nusa Tenggara. Pendatang ini
membawa serta teknik-teknik pertanian, termasuk bercocok
tanam padi di sawah (bukti paling lambat sejak abad ke-8
SM), beternak kerbau, pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun ikat, praktik-praktik megalitikum, serta pemujaan
roh-roh (animisme) serta benda-benda
keramat (dinamisme). Pada abad pertama
SM sudah terbentuk permukiman-permukiman serta kerajaan-kerajaan kecil, dan
sangat mungkin sudah masuk pengaruh kepercayaan dari India akibat hubungan perniagaan.
Era pra kolonial
Sejarah awal
Para
cendekiawan India telah menulis
tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra atau Swarna dwipa
sekitar 200 SM. Bukti fisik awal
yang menyebutkan mengenai adanya dua kerajaan bercorak Hinduisme pada abad ke-5,
yaitu: Kerajaan Tarumanagara yang menguasai Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai
wilayah tersebut.
Di
saat Eropa memasuki masa Renaisans, Nusantara telah mempunyai
warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan kerajaan
kecil yang sering kali menjadi vazal tetangganya yang lebih kuat atau
saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di Maluku).
Kerajaan Hindu-Buddha
Pada
abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak
Hindu-Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan
dengan Kerajaan
Sunda
sampai abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di
Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi
ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya
menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung
Melayu.
Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit
antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh
kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta
hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk
kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.
Kerajaan Islam
Islam sebagai sebuah
pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada
jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang
menghubungkan Dinasti
Tang
di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak
abad 7.[4]
Menurut
sumber-sumber Cina menjelang akhir
perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin
permukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada
institusi politik yang ada. Hal ini tampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat
kepada Khalifah Umar
bin Abdul Aziz
dari Kekhalifahan Bani Umayyah meminta dikirimkan da'i yang bisa menjelaskan
Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan
seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang
binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang
mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang
semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak
menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada anda
hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar
tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang
dapat mengajarkan Islam kepada saya dan
menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni
tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun
dikenal dengan nama 'Sribuza Islam'. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi
ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha.[5]
Islam terus mengokoh
menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan
Islam bernama Kesultanan
Peureulak
didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain adalah
Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440.
Rajanya seorang Muslim bernama Bayanullah.
Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan
ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai
kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan
Sumatera. Hanya Bali yang tetap
mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur,
rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16
dan 17, dan saat ini ada
mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.
Penyebaran
Islam dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena
para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan
dari pemerintahan Islam yang datang dari luar Indonesia, maka untuk
menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui
cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli,
hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya,
karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama
baru tersebut. Kerajaan Islam penting termasuk di antaranya: Kerajaan
Samudera Pasai,
Kesultanan
Banten
yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram, Kerajaan Iha, Kesultanan
Ternate
dan Kesultanan
Tidore
di Maluku.
Era kolonial
Kolonisasi Portugis dan Spanyol
Afonso (kadang juga ditulis
Alfonso) de Albuquerque. Karena tokoh inilah, yang membuat kawasan Nusantara waktu itu dikenal
oleh orang Eropa dan dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Portugis bersama bangsa Eropa
lain, terutama Inggris dan Belanda.
Dari
Sungai Tejo yang bermuara ke Samudra Atlantik itulah armada
Portugis mengarungi Samudra Atlantik, yang mungkin memakan waktu sebulan hingga
tiga bulan, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini
penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah,
komoditas yang setara emas kala itu.
”Pada
abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu
diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui Sungai Tagus,” kata
Teresa. Biara St Jeronimus atau Biara Dos Jeronimos dalam bahasa Portugis itu
didirikan oleh Raja Manuel pada tahun 1502 di tempat saat Vasco da Gama memulai
petualangan ke timur.
Museum
Maritim atau orang Portugis menyebut Museu de Marinha itu didirikan oleh Raja
Luis pada 22 Juli 1863 untuk menghormati sejarah maritim Portugis.
Selain
patung di taman, lukisan Afonso de Albuquerque juga menjadi koleksi museum itu.
Di bawah lukisan itu tertulis, ”Gubernur India 1509-1515. Peletak dasar
Kerajaan Portugis di India yang berbasis di Ormuz, Goa, dan Malaka. Pionir
kebijakan kekuatan laut sebagai kekuatan sentral kerajaan”. Berbagai barang
perdagangan Portugis juga dipamerkan di museum itu, bahkan gundukan lada atau
merica.
Ada
sejumlah motivasi mengapa Kerajaan Portugis memulai petualangan ke timur. Ahli
sejarah dan arkeologi Islam Uka Tjandrasasmita dalam buku Indonesia-Portugal:
Five Hundred Years of Historical Relationship (Cepesa, 2002), mengutip sejumlah
ahli sejarah, menyebutkan tidak hanya ada satu motivasi Kerajaan Portugis
datang ke Asia. Ekspansi itu mungkin dapat diringkas dalam tiga kata bahasa
Portugis, yakni feitoria, fortaleza, dan igreja. Arti harfiahnya
adalah emas, kejayaan, dan gereja atau perdagangan, dominasi militer, dan
penyebaran agama Katolik.
Menurut
Uka, Albuquerque, Gubernur Portugis Kedua dari Estado da India, Kerajaan
Portugis di Asia, merupakan arsitek utama ekspansi Portugis ke Asia. Dari Goa,
ia memimpin langsung ekspedisi ke Malaka dan tiba di sana awal Juli 1511
membawa 15 kapal besar dan kecil serta 600 tentara. Ia dan pasukannya
mengalahkan Malaka 10 Agustus 1511. Sejak itu Portugis menguasai perdagangan
rempah-rempah dari Asia ke Eropa. Setelah menguasai Malaka, ekspedisi Portugis
yang dipimpin Antonio de Abreu mencapai Maluku, pusat rempah-rempah.
Periode Kejayaan Portugis di Nusantara
Periode
1511-1526, selama 15 tahun, Nusantara menjadi pelabuhan maritim penting bagi
Kerajaan Portugis, yang secara reguler menjadi rute maritim untuk menuju Pulau
Sumatera, Jawa, Banda, dan Maluku.
Pada
tahun 1511 Portugis mengalahkan Kerajaan Malaka.
Pada
tahun 1512 Portugis menjalin komunikasi dengan Kerajaan Sunda untuk menandatangani
perjanjian dagang, terutama lada. Perjanjian dagang tersebut kemudian
diwujudkan pada tanggal 21 Agustus 1522 dalam bentuk dokumen kontrak yang
dibuat rangkap dua, satu salinan untuk raja Sunda dan satu lagi untuk raja
Portugal. Pada hari yang sama dibangun sebuah prasasti yang disebut Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal di suatu tempat yang
saat ini menjadi sudut Jalan Cengkeh dan Jalan Kali Besar Timur I, Jakarta
Barat. Dengan perjanjian ini maka Portugis dibolehkan membangun gudang atau
benteng di Sunda
Kelapa.
Pada
tahun 1512 juga Afonso de Albuquerque mengirim Antonio Albreu dan Franscisco
Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah di
Maluku. Sepanjang perjalanan, mereka singgah di Madura, Bali, dan Lombok.
Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda,
terus menuju Maluku Utara hingga tiba di Ternate.
Kehadiran
Portugis di perairan dan kepulauan Indonesia itu telah meninggalkan jejak-jejak
sejarah yang sampai hari ini masih dipertahankan oleh komunitas lokal di
Nusantara, khususnya flores, Solor dan Maluku, di Jakarta Kampong Tugu yang
terletak di bagian Utara Jakarta, antara Kali Cakung, pantai Cilincing dan
tanah Marunda.
Bangsa
Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis, pada tahun 1512. Pada
waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing di bawah pimpinan Anthony d'Abreu
dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah
mereka menjalin persahabatan dengan penduduk dan raja-raja setempat - seperti
dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan
benteng di Pikaoli, begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau
Ambon.Namun hubungan dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama, karena
Portugis menerapkan sistem monopoli sekaligus melakukan penyebaran agama Kristen.
Salah
seorang misionaris terkenal adalah Fransiskus
Xaverius.
Tiba di Ambon 14 Februari 1546, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate,
tiba pada tahun 1547, dan tanpa kenal lelah melakukan kunjungan ke pulau-pulau
di Kepulauan Maluku untuk melakukan penyebaran agama. Persahabatan Portugis dan
Ternate berakhir pada tahun 1570. Peperangan dengan Sultan Babullah selama 5
tahun (1570-1575), membuat Portugis harus angkat kaki dari Ternate dan terusir
ke Tidore dan Ambon.
Perlawanan
rakyat Maluku terhadap Portugis, dimanfaatkan Belanda untuk menjejakkan kakinya
di Maluku. Pada tahun 1605, Belanda berhasil memaksa Portugis untuk menyerahkan
pertahanannya di Ambon kepada Steven van der Hagen dan di Tidore kepada
Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram,
dihancurkan oleh Belanda. Sejak saat itu Belanda berhasil menguasai sebagian
besar wilayah Maluku.
Kedudukan
Belanda di Maluku semakin kuat dengan berdirinya VOC pada tahun 1602, dan sejak
saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di Maluku. Di bawah kepemimpinan Jan
Pieterszoon Coen, Kepala Operasional VOC, perdagangan cengkih di Maluku sepunuh
di bawah kendali VOC selama hampir 350 tahun. Untuk keperluan ini VOC tidak
segan-segan mengusir pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan puluhan
ribu orang Maluku menjadi korban kebrutalan VOC.
kemudian
mereka membangun benteng di Ternate tahun 1511, kemudian tahun 1512 membangun
Benteng di Amurang Sulawesi Utara. Portugis kalah perang dengan Spanyol maka
daerah Sulawesi Utara diserahkan dalam kekuasaan Spanyol (1560 hingga 1660).
Kerajaan Portugis kemudian dipersatukan dengan Kerajaan Spanyol. (Baca
buku :Sejarah Kolonial Portugis di Indonesia, oleh David DS Lumoindong).
Abad 17 datang armada dagang VOC (Belanda) yang kemudian berhasil mengusir
Portugis dari Ternate, sehingga kemudian Portugis mundur dan menguasai Timor
timur (sejak 1515).
Kolonialisme
dan Imperialisme mulai merebak di Indonesia sekitar abad ke-15, yaitu diawali
dengan pendaratan bangsa Portugis di Malaka dan bangsa Belanda yang dipimpin
Cornellis de Houtman pada tahun 1596, untuk mencari sumber rempah-rempah dan
berdagang.
Perlawanan Rakyat terhadap Portugis
Kedatangan
bangsa Portugis ke Semenanjung Malaka dan ke Kepulauan Maluku merupakan
perintah dari negaranya untuk berdagang.
Perlawanan Rakyat Minahasa terhadap
Portugis
Perjuangan
perlawanan Rakyat Perserikatan Minahasa melawan Portugis telah berlangsung dari
tahun 1512-1560, dengan gabungan perserikatan suku-suku di Minahasa maka mereka
dapat mengusir Portugis. Portugis membangun beberapa Benteng pertahanan di
Minahasa di antaranya di Amurang dan Kema.
Perlawanan Rakyat Malaka terhadap
Portugis
Pada
tahun 1511, armada Portugis yang dipimpin oleh Albuquerque menyerang Kerajaan
Malaka. Usaha perlawanan kolonial Portugis di Malaka yang terjadi pada tahun
1513 mengalami kegagalan karena kekuatan dan persenjataan Portugis lebih kuat.
Pada tahun 1527, armada Demak di bawah pimpinan Fatahillah/Falatehan dapat
menguasai Banten,Sunda Kelapa, dan Cirebon. Armada Portugis dapat dihancurkan
oleh Fatahillah/Falatehan dan ia kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta
yang artinya kemenangan besar, yang kemudian menjadi Jakarta.
Perlawanan rakyat Aceh terhadap
Portugis
Mulai
tahun 1554 hingga tahun 1555, upaya Portugis tersebut gagal karena Portugis
mendapat perlawanan keras dari rakyat Aceh. Pada saat Sultan Iskandar Muda
berkuasa, Kerajaan
Aceh
pernah menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1615 dan 1629.
Perlawanan Rakyat Maluku terhadap
Portugis
Bangsa
Portugis pertama kali mendarat di Maluku pada tahun 1511.
Kedatangan Portugis berikutnya pada tahun 1513. Akan tetapi, Ternate merasa
dirugikan oleh Portugis karena keserakahannya dalam memperoleh keuntungan
melalui usaha monopoli perdagangan rempah-rempah.
Pada
tahun 1533, Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat Maluku untuk
mengusir Portugis di Maluku. Pada tahun 1570, rakyat Ternate yang dipimpin oleh
Sultan
Hairun
dapat kembali melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat
diperdaya oleh Portugis hingga akhirnya tewas terbunuh di dalam Benteng
Duurstede. Selanjutnya dipimpin oleh Sultan Baabullah pada tahun 1574. Portugis
diusir yang kemudian bermukim di Pulau Timor.
Garis waktu kolonialisasi
Kolonialisasi Spanyol
- 1521 Spanyol mendarat di Sulawesi Utara
- 1560 Spanyol
mendirikan pos di Manado.
- 1617 Gerakan
perlawanan rakyat Minahasa di Sulawesi
Utara untuk mengusir kolonial Spanyol.
- 1646 Spanyol di
usir dari Minahasa dan Sulawesi Utara. Tahun selanjutnya Spanyol masih
mencoba memengaruhi kerajaan sekitar untuk merebut kembali Minahasa tapi
gagal, terakhir dengan mendukung Bolaang
Mongondow
yang berakhir tahun 1692.
Kolonialisasi Portugis
1509 - 1520
- 1509 Portugis tiba pertama
kali di Melaka.
- 1511 April, Admiral
Portugis Alfonso de Albuquerque memutuskan
berlayar dari Goa ke Melaka.
- 10 Agustus, Pasukan
Albuquerque menguasai Melaka.
- Sultan Melaka
melarikan diri ke Riau.
- Portugis di
Melaka menghancurkan armada Jawa. Kapal mereka
karam dengan seluruh hartanya dalam perjalanan kembali ke Goa.
- Pati Unus menaklukkan
Jepara
- Desember, Albuquerque
mengirim tiga kapal di bawah Antonio
de Abreu
dari Melaka untuk menjelajah ke arah Timur.
- 1512 Perjalanan
ekspedisi De Abreu dari Melaka menuju Madura, Bali, Lombok, Aru dan Banda.
- Dua kapal rusak
di Banda. Da Breu kembali ke Melaka; Francisco
Serrão
memperbaiki kapal dan melanjutkan menuju ke Ambon, Ternate, dan Tidore. Serrão
menawarkan dukungan bagi Ternate dalam perselisihannya dengan Tidore,
pasukannya mendirikan sebuah pos Portugis di Ternate.
- 1513 Pasukan dari Jepara dan Palembang menyerang
Portugis di Melaka, tetapi berhasil dipukul mundur. Maret, Portugis
mengirim seorang duta menemui Raja Sunda di Pajajaran. Portugis
diizinkan untuk membangun sebuah benteng di Sunda Kelapa (sekarang
Jakarta).
- Portugis
menghubungi Raja Udara, anak dari Girindrawardhana dan penguasa
bekas kerajaan Majapahit
- Portugis
membangun pabrik-pabrik di Ternate dan Bacan.
- Udara menyerang
Demak dengan bantuan
dari Raja Klungkung dari Bali. Pasukan
Majapahit dipukul mundur, tapi Sunan Ngudung tewas dalam
pertempuran. Banyak pendukung Majapahit melarikan diri ke Bali.
- 1514
- Ali Mughayat Syah mendirikan Kesultanan
Aceh,
dan menjadi Sultan
Aceh
pertama.
- 1515
- Portugis
pertama kali tiba di Timor.
- 1518
- Sultan Mahmud dari Melaka
mengambil alih kekuasaan di Johor.
- Raden Patah meninggal
dunia; Pati Unus menjadi Sultan Demak.
- 1520
1521 – 1530
- 1521
- Unus memimpin
armada dari Demak dan Cirebon melawan
orang-orang Portugis di Melaka. Unus terbunuh dalam pertempuran. Trenggono menjadi Sultan Demak.
- Portugis
merebut Pasai di Sumatra;
- Gunung
Jati
(dari Cirebon) meninggalkan Pasai berangkat ke Mekkah.
- Kapal terakhir
dari ekspedisi Magelhaens mengeliling
dunia berlayar antara pulau Lembata dan Pantar di Nusa Tenggara.
- 1522
- Februari ekspedisi
Portugis di bawah De Brito tiba di Banda.
- Mei, ekspedisi De
Brito tiba di Ternate, membangung sebuah benteng Portugis.
- Kerajaan Sunda, yang masih
beragama Hindu, meminta
bantuan Portugis untuk menghadapi kemungkinan serangan Demak yang Muslim. Kontrak kerja
sama ditandatangani dan sebuah padrao didirikan di Sunda Kalapa
- Sisa-sisa
ekspedisi Magelhaens berkeliling dunia mengunjungi Timor.
- Portugis
membangun benteng di Hitu, Ambon.
- 1523
- Gunungjati
kembali dari Mekkah, kembali ke Cirebon, dan menetap di Demak, menikahi
saudara perempuan Sultan Trenggono.
- 1524
- Gunungjati dari
Cirebon dan anaknya Hasanuddin (di Banten) melakukan
dakwah secara terbuka dan rahasia di Jawa Barat untuk
memperlemah Kerajaan
Sunda
yang beribukota di Pajajaran dan
persekutuannya dengan Portugis. Pemerintah lokal di Banten, yang tadinya
tergantung pada Pajajaran, masuk Islam dan bergabung dengan pihak Cirebon
dan Demak.
- Aceh merebut
Pasai dan Pedir di Sumatera Utara.
- 1525
- Hasanuddin
(dari Banten), anak dari Gunungjati (dari Cirebon), melakukan dakwah di Lampung.
- 1526
- Portugis
membangun benteng pertama di Timor.
- 1527
- Demak
menaklukkan Kediri, sisa-sisa
Hindu dari kerajaan Majapahit; Sultan-sultan Demak mengklaim sebagai
pengganti Majapahit; Sunan Kudus ikut serta.
- Demak merebut Tuban.
- Cirebon,
dibantu Demak, menduduki Sunda Kelapa, pelabuhan Kerajaan Sunda. Fatahillah mengganti namanya
menjadi Jayakarta. (Sukses ini dikatakan berkat pimpinan
"Fatahillah"—atau, sesuai dengan kekeliruan ucapan Portugis,
"Falatehan"—namun mungkin ini adalah nama yang diberikan kepada
Sunan Gunungjati dari Cirebon) Para penjaga keamanan pelabuhan Kerajaan
Sunda didorong mundur meninggalkan daerah pesisir. Dengan demikian
pembangunan gudang atau benteng sesuai perjanjian dagang antara Portugis
dengan Kerajaan Sunda batal terwujud.
- Kerajaan Palakaran di Madura,
yang berbasis di Arosbaya (kini Bangkalan), menjadi
Islam di bawah Kyai Pratanu.
- Ekspedisi dari
Spanyol dan Meksiko berusaha
mengusir Portugis dari Maluku.
- 1529
- Demak
menaklukkan Madiun.
- Raja-raja
Spanyol dan Portugal sepakat bahwa Maluku harus menjadi milik Portugal,
dan Filipina menjadi milik
Spanyol.
- 1530
- Salahuddin menjadi Sultan
Aceh.
- Surabaya dan Pasuruan takluk kepada
Demak. Demak merebut Blambangan, kerajaan
Hindu terakhir di ujung timur Jawa.
- Gowa mulai meluas
dari dari Makassar.
- Banten
memperluas pengaruhnya atas Lampung.
1531 – 1540
- 1536
- Serangan besar
Portugis terhadap Johor.
- Antonio da
Galvão
menjadi gubernur di pos Portugis di Ternate; mendirikan pos Portugis di
Ambon.
- Portugis
membawa Sultan
Tabariji
dari Ternate ke Goa karena mencurigainya melakukan kegiatan-kegiatan anti
Portugis, menggantikannya dengan saudara-saudaranya.
- 1537
- Serangan Aceh
atas Melaka gagal. Salahuddin dari Aceh digantikan
oleh Alaudin Riayat Syah I.
- 1539
- Aceh menyerang
suku Batak di selatan
mereka.
- 1540
- Portugis
berhubungan dengan Gowa.
- Kesultanan
Butung
didirikan.
1541 – 1550
- 1545
- Demak
menaklukkan Malang. Gowa
membangun benteng di Ujung Pandang.
- 1546
- Demak menyerang
Blambangan namun gagal.
- Trenggono dari Demak
meninggal dan digantikan oleh Prawata. Menantunya, Joko Tingkir memperluas
pengaruhnya dari Pajang (dekat Sukoharjo sekarang).
- St. Fransiskus Xaverius pergi ke Morotai, Ambon, dan
Ternate.
- 1547
- Aceh menyerang
Melaka.
- 1550
- Portugis mulai
membangun benteng-benteng di Flores.
1551 – 1560
- 1551
- Johor menyerang
Portugis Melaka dengan bantuan dari Jepara.
- Pasukan-pasukan
dari Ternate menguasai Kesultanan Jailolo di Halmahera dengan bantuan
Portugis.
- 1552
- Hasanuddin
memisahkan diri dari Demak dan mendirikan Kesultanan
Banten,
lalu merebut Lampung untuk Kesultanan yang baru.
- Aceh mengirim
duta ke Suleiman
I,
Sultan Ottoman di Istanbul.
- 1558
- Leiliato memimpin suatu
pasukan dari Ternate untuk menyerang Portugis di Hitu.
- Portugis
membangun benteng di Bacan.
- Ki Ageng Pemanahan menerima
distrik Mataram dari Joko
Tinggir, memerintah di Pajang.
- Wabah cacar di
Ternate.
- 1559
- Para misionaris
Portugis mendarat di Timor. Khairun menjadi Sultan Ternate.
- 1560
- Portugis
mendirikan pos misi dan perdagangan di Panarukan, di ujung
timur Jawa.
- Spanyol
mendirikan pos di Manado.
1561 – 1570
- 1561
- Sultan Prawata
dari Demak meninggal dunia.
- Misi Dominikan
Portugis didirikan di Solor.
- 1564
- Wabah cacar di Ambon.
- 1565
- Aceh menyerang
Johor.
- Kutai di Kalimantan
menjadi Islam.
- 1566
- Misi Dominikan
Portugis di Solor membangun sebuah benteng batu.
- 1568
- Serangan yang
gagal oleh Aceh di Melaka Portugis.
- 1569
- Portugis
membangun benteng kayu di pulau Ambon.
- 1570
- Aceh menyerang
Johor lagi, namun gagal.
- Sultan Khairun
dari Ternate menandatangani sebuah perjanjian damai dengan Portugis,
tetapi esok harinya ternyata ia diracuni. Agen-agen Portugis dicurigai
melakukannya. Baabullah menjadi Sultan
(hingga * 1583), dan
bersumpah untuk mengusir Portugis keluar dari benteng-benteng mereka.
- Maulana Yusuf menjadi Sultan
Banten.
1571 – 1590
- 1571
- Alaudin Riyat
Shah meninggal, kekacauan di Aceh hingga 1607.
- 1574
- Jepara memimpin
serangan yang gagal di Melaka.
- 1575
- Sultan Babullah
mengusir Portugis dari Ternate. Karena itu Portugis membangun sebuah
benteng di Tidore.
- 1576
- Portugis membangun
benteng di kota Ambon sekarang.
- 1577
- Ki Ageng
Pemanahan mendirikan Kota Gede (dekat Yogyakarta sekarang).
- 1579
- Banten
menyerang dan meluluhlantakkan Pajajaran merebut
sisa-sisa Kerajaan Sunda, dan menjadikannya Islam. Raja Sunda terakhir
yang enggan memeluk Islam, yaitu Prabu
Ragamulya
atau Prabu Suryakancana, meninggalkan ibukota Kerajaan Sunda tersebut dan
meninggal dalam pelarian di daerah Banten.
- November, Sir
Francis Drake
dari Britania, setelah
menyerang kapal dan pelabuhan Spanyol di Amerika, tiba di
Ternate. Sultan Babullah, yang juga membenci orang-orang Spanyol,
mengadakan perjanjian persahabatan dengan Britania.
- 1580
- Maulana
Muhammad menjadi Sultan Banten.
- Portugal jatuh
ke tangan kerajaan Spanyol; usaha-usaha kolonial Portugis tidak
dipedulikan.
- Drake
mengunjungi Sulawesi dan Jawa,
dalam perjalanan pulang ke Britania.
- Ternate
menguasai Butung.
- 1581
- Sekitar saat
ini, Kyai Ageng Pemanahan mengambil alih distrik Mataram (yang telah
dijanjikan kepadanya oleh Joko Tingkir, yang menundanya hingga Sunan Kalijaga dari Wali Songo mendesaknya),
mengubah namanya menjadi Kyai Gedhe Mataram.
- 1584
- Sutawijaya menggantikan
ayahnya Kyai Gedhe Mataram sebagai pemerintah lokal dari Mataram,
memerintah dari Kota Gede.
- 1585
- Sultan Aceh
mengirim surat kepada Elizabeth I dari Britania.
- Kapal Portugis
yang dikirim untuk membangun sebuah benteng dan misi di Bali karam tepat
di lepas pantai.
- 1587
- Sutawijaya
mengalahkan Pajang dan Joko Tingkir meninggal; garis keturunan beralih
kepada Sutawijaya. Gunung Merapi meletus.
- Portugis di
Melaka menyerang Johor.
- Portugis
menandatangani perjanjian perdamaian dengan Sultan Aceh.
- Sir Thomas Cavendish dari Britania
mengunjungi Jawa.
- 1588
- Sutawijaya
mengganti namanya menjadi Senopati; merebut Pajang dan Demak.
- 1590
- Desa asli Medan
didirikan.
1591 – 1659
- 1591
- Senopati
merebut Madiun, lalu Kediri.
- Sir James
Lancaster
dari Britania tiba di Aceh dan Penang, tetapi
misinya gagal.
- Ternate
menyerang Portugis di Ambon.
- 1593
- Ternate
mengepung Portugis di Ambon kembali.
- 1595
- 2 April, ekspedisi Belanda di bawah De Houtman berangkat ke Hindia Belanda.
- Suriansyah menjadikan Banjar di Kalimantan
sebuah Kesultanan (belakangan Banjarmasin).
- Portugis
membangun benteng di Ende, Flores.
Kolonisasi VOC
Mulai
tahun 1602 Belanda secara
perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan
memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah
menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai
Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi
Indonesia bernama Timor
Timur.
Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun (antara 1602 dan 1945),
kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah
Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia Belanda menjadi salah satu
kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian
orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah
Belanda mendekati kebangkrutannya.
Pada
abad ke-17 dan 18 Hindia Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah
Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde
Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap
perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda
pada tahun 1602. Markasnya berada di
Batavia, yang kini bernama Jakarta.
Tujuan
utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan
melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di
kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap
orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut.
Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang
Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan
kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau
budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.
Keanekaragaman Seni dan Budaya INDONESIA
Indonesia kaya akan ragam seni budaya sudah
semestinya Indonesia berbangga, maka sudah selayaknya bagi bangsa dan
masyarakat negeri ini untuk melestarikan dan menjaga ragam seni budaya yang ada di
Indonesia ini. Jadi tidak mustahil jika banyak hasil cipta rasa dan karya
dalam berbagai adat dan ragam seni budaya yang dimiliki
oleh bangsa Indonesia ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui
sebagai identitas nasional.
Dalam pembahasan ragam seni budaya mempunyai
pengertian untuk Seni budaya berasal
dari dua suku kata Seni - Budaya. Untuk kata Budaya berasal dari bahasa Sanskerta
yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan
akal manusia. Tapi semua terangkum menjadi satu yaitu sebuah ragam seni budaya yang
ber- BINEKA TUNGGAL IKA dengan menunjukkan adat
ketimuran dan berasaskan Pancasila. Secara devinisi
budaya dapat di artikan sebegai tata cara hidup manusia yang dilakukan secara
kelompok atau masyarakat, dan di wariskan turun-temurun dari generasi ke
generasi.
Sedangkan Seni adalah ide atau gagasan proses dari sebuah
pemikiran manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini,
seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dan sebuah cipta rasa manusia dalam
kreatifitas. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai,
disebab masing-masing individu manusia mempunyai cita rasa yang berbeda antara
satu dengan yang lainnya.
Beberapa para ahli devinisi mengartikan bahwa seni merupakan
sebuah aktifitas dalam perbuatan yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan
dan dapat memberi kepuasan tersendiri dalam jiwa suatu manusia. Sebuah seni
juga bisa kita gambarkan dari sebuah penjiwaan yang dalam, dan berbeda antara
orang satu dengan yang lainnya.
Kebudayaan di Indonesia
Keanekaragaman budaya Indonesia dariSabang sampai Merauke
merupakan aset yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan
dan terus dilestarikan. Tetapi, sayangnya, sebagai anak bangsa masih banyak
yang tidak mengetahui ragam budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya tato di Mentawai,
Sumatra Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak kebudayaan
lain yang belum ter ekdplorasi.
Bagi penyuka traveling ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang rasa ingintahunya cukup tinggi terhadap beragam budaya, tidak ada salahnya mampir ke Mentawai untuk melihat dari dekat budaya tato yang sudah menjadi kebudayaan masyarakat setempat, selain menikmati sajian pesona alam dan lautnya.
Bagi penyuka traveling ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang rasa ingintahunya cukup tinggi terhadap beragam budaya, tidak ada salahnya mampir ke Mentawai untuk melihat dari dekat budaya tato yang sudah menjadi kebudayaan masyarakat setempat, selain menikmati sajian pesona alam dan lautnya.
Tato kebudayaan indonesia
Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan
kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesiajuga terdiri dari
berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari
berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan
jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di
Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi.
Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan,
hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban
kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Contoh dari kebudayaan rakyat pesisir adalah pesta laut yang
dipersembahkan untuk para leluhur
Pesta laut
Masyarakat pesisir indonesia
Dari berbagai kebudayaan yang ada sebagai generasi muda
Indonesia patutnya kita bangga dan berusaha menghalau budaya-budaya luar yang
mampu menggerus kearifan budaya lokal Indonesia dengan semangat juang dan nilai
dasar Pancasila.
Ragam Seni dan Budaya
Indonesia
» Rumah Adat
» Rumah Adat

Nuwo Sesat, Rumah Adat Lampung
Nama-nama rumah adat dan
Provinsinya:
·
Nanggro Aceh Darussalam (NAD)
Rumah Adat : Rumah Krong
Bade
·
Sumatera Utara (SUMUT)
Rumah Adat : Rumah Bolon
·
Sumatera Barat
Rumah Adat : Rumah Gadang
·
Riau
Rumah Adat : Rumah Melayu
Selaso Jatuh Kembar
·
Jambi
Rumah Adat : Rumah Panjang
·
Sumatera Selatan (SUMSEL)
Rumah Adat : Rumah
Limas
·
Bangka Belitung
Rumah Adat :
Rumah Rakit
·
Bengkulu
Rumah Adat :
Rumah Rakyat
·
Lampung
Rumah Adat : Rumah
Sesat
·
DKI Jakarta
Rumah Adat : Rumah Kebaya
·
Jawa Barat (JABAR)
Rumah Adat : Rumah Kasepuhan
Cirebon
·
Banten Rumah Adat : Rumah Badui
·
Jawa Tengah (JATENG)
Rumah Adat : Padepokan Jawa Tengah.
Rumah Adat : Padepokan Jawa Tengah.
·
Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta
Rumah Adat : Bangsal Kencono Dan Rumah Joglo.
Rumah Adat : Bangsal Kencono Dan Rumah Joglo.
·
Jawa Timur (JATIM)
Rumah Adat : Rumah Situbondo.
Rumah Adat : Rumah Situbondo.
·
Bali
Rumah Adat : Rumah Gapura Candi Bentar.
Rumah Adat : Rumah Gapura Candi Bentar.
·
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Rumah Adat : Rumah Istana Sultan Sumbawa
Rumah Adat : Rumah Istana Sultan Sumbawa
·
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Rumah Adat : Rumah Musalaki
Rumah Adat : Rumah Musalaki
·
Kalimantan Utara (KALTARA)
Rumah Adat : Rumah Baloy.
Rumah Adat : Rumah Baloy.
·
Kalimantan Barat (KALBAR)
Rumah Adat : Rumah Istana Kesultanan Pontianak.
Rumah Adat : Rumah Istana Kesultanan Pontianak.
·
Kalimantan Tengah (KALTENG)
Rumah Adat : Rumah Betang
Rumah Adat : Rumah Betang
·
Kalimantan Selatan (KALSEL)
Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi.
Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi.
·
Kalimantan Timur (KALTIM)
Rumah Adat : Rumah Lamin.
Rumah Adat : Rumah Lamin.
·
Sulawesi Utara (SULUT)
Rumah Adat : Rumah Pewaris
Rumah Adat : Rumah Pewaris
·
Sulawesi Barat (SULBAR)
Rumah Adat : Rumah Tongkonan
Rumah Adat : Rumah Tongkonan
·
Sulawesi Tengah (SULTENG)
Rumah Adat : Rumah Tambi
Rumah Adat : Rumah Tambi
·
Sulawesi Tenggara (SULTRA)
Rumah Adat : Rumah Istana Buton
Rumah Adat : Rumah Istana Buton
·
Sulawesi Selatan (SULSEL)
Rumah Adat : Rumah Tongkonan.
Rumah Adat : Rumah Tongkonan.
·
Gorontalo
Rumah Adat : Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris.
Rumah Adat : Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris.
·
Maluku
Rumah Adat : Rumah Baileo
Rumah Adat : Rumah Baileo
·
Papua Barat
Rumah Adat : Rumah Honai.
Rumah Adat : Rumah Honai.
·
Papua
Rumah Adat : Rumah Honai
Sumber :http://organisasi.org/daftar-nama-rumah-adat-daerah-di-indonesia-dan-asal provinsi-ibu-kota
Sumber :http://organisasi.org/daftar-nama-rumah-adat-daerah-di-indonesia-dan-asal provinsi-ibu-kota
Macam-macam Seni di Indonesia
» Alat Musik
Alat musik di Indonesia sebenarnya sangat banyak
macamnya, contoh saja seperti gendang dari yogyakarta, gamelan dari jawa tengah, Angklung dari jawa barat,
bende dari lampung dan masih banyak lagi.
tapi heranya kenapa sekarang orang indonesia sudah jarang ada yang memainkan alat musik tersebut, alat musik tersebut dipakai kalau hanya ada acara besar saja atau di peruntuhkan untuk anak sekolah dasar. harusnya sebagai orang indonesia kita ikut mewarisi budaya-budaya yang telah ada agar budaya tersebut tidak hilang karna adanya budaya asing yang masuk.
tapi heranya kenapa sekarang orang indonesia sudah jarang ada yang memainkan alat musik tersebut, alat musik tersebut dipakai kalau hanya ada acara besar saja atau di peruntuhkan untuk anak sekolah dasar. harusnya sebagai orang indonesia kita ikut mewarisi budaya-budaya yang telah ada agar budaya tersebut tidak hilang karna adanya budaya asing yang masuk.

Gendang, Yogyakarta
Angklung, Jawa Barat
>> Tarian
Tarian Indonesia mencerminkan
kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.tetapi kebanyakan
dari orang indonesia sudah terpengaruh oleh budaya asing atau luar. setiap suku
bangsa di Indonesia pasti memmpunyai tarian khas daerahnya
sendiri-sendiri. Tradisi kuno tarian dan drama ini biasanya diajarkan
seperti di sanggar-sanggar tari dan juga sekolah.
Seni tari di indonesia juga bisa masuk kedalam beberapa
golongan, Dalam katagori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke
dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam.
Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari
keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh
dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam
dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.
contoh gambar tarian bercorak prasejarah dari suku
pedalaman

Tari keraton

Tarian di Indonesia
mencerminkan sejarah panjang Indonesia. Beberapa keluarga bangsawan; berbagai
istana dan keraton yang hingga kini masih bertahan di berbagai bagian Indonesia
menjadi benteng pelindung dan pelestari budaya istana. Perbedaan paling jelas
antara tarian istana dengan tarian rakyat tampak dalam tradisi tari Jawa.
Masyarakat Jawa yang berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam budayanya.
Jika golongan bangsawan kelas atas lebih memperhatikan pada kehalusan, unsur
spiritual, keluhuran, dan keadiluhungan; masyarakat kebanyakan lebih
memperhatikan unsur hiburan dan sosial dari tarian. Sebagai akibatnya tarian
istana lebih ketat dan memiliki seperangkat aturan dan disiplin yang
dipertahankan dari generasi ke generasi, sementara tari rakyat lebih bebas, dan
terbuka atas berbagai pengaruh.
Perlindungan
kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalakkan oleh pranata kerajaan
sebagai penjaga dan pelindung tradisi mereka. Misalnya para Sultan dan Sunan
dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta terkenal
sebagai pencipta berbagai tarian keraton lengkap dengan komposisigamelan pengiring
tarian tersebut.
Tari rakyat
Tarian Indonesia
menunjukkan kompleksitas sosial dan pelapisan tingkatan sosial dari
masyarakatnya, yang juga menunjukkan kelas sosial dan derajat kehalusannya.
Berdasarkan pelindung dan pendukungya, tari rakyat adalah tari yang
dikembangkan dan didukung oleh rakyat kebanyakan, baik di pedesaan maupun di
perkotaan. Dibandingkan dengan tari istana (keraton) yang dikembangkan dan
dilindungi oleh pihak istana, tari rakyat Indonesia lebih dinamis, enerjik, dan
relatif lebih bebas dari aturan yang ketat dan disiplin tertentu, meskipun
demikian beberapa langgam gerakan atau sikap tubuh yang khas seringkali tetap
dipertahankan. Tari rakyat lebih memperhatikan fungsi hiburan dan sosial
pergaulannya daripada fungsi ritual.
Tari tradisional

TARI SIGEH PENGUTEN
Tari tradisional
Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia. Beberapa
tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian
Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, tarian Aceh, dan masih banyak
lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari
ini tetap dikembangkan hingga kini. Penciptaan tari dengan koreografi baru,
tetapi masih di dalam kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih
dimungkinkan. Sebagai hasilnya, muncullah beberapa tari kreasi baru.
Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang
telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni
tari tradisional.
Sekolah seni
tertentu di Indonesia seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Bandung, Institut Kesenian
Jakarta (IKJ) di Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) yang tersebar di Denpasar,Yogyakarta, dan Surakarta kesemuanya
mendukung dan menggalakkan siswanya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan seni
tari tradisional di Indonesia. Beberapa festival tertentu seperti Festival
Kesenian Bali dikenal sebagai ajang ternama bagi seniman tari Bali untuk
menampilkan tari kreasi baru karya mereka.
MAKANAN KHAS 33
PROVINSI DI INDONESIA
1. ACEH
Mie Aceh adalah masakan mie pedas khas Aceh di Indonesia. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis. saya sudah pernah makan nih, rasanya enak, banyak bumbunya.
2. SUMATERA UTARA (MEDAN)
Bika ambon adalah sejenis penganan asal Indonesia. Terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan, bika ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, meskipun kini juga tersedia rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, dan cokelat.
Asal-muasal bika ambon tidak diketahui dengan jelas. Walaupun namanya mengandung kata "ambon", bika ambon justru dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara. Di Medan, Jalan Mojopahit di daerah Medan Petisah merupakan kawasan penjualan bika ambon yang paling terkenal. Di sana terdapat sedikitnya 40 toko yang menjual kue ini. bika ambon ga usah di tanya lagiii rasanya manisss, enaakk
3. SUMATERA BARAT (PADANG)
Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum.
Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.
4. JAMBI
Gulai Ikan Patin adalah masakan yang populer di masyarakat Jambi.Gulai ini dimasak dengan menggunakan tempoyak yaitu daging buah durian yang telah difermentasi. Tetapi ada sebagian orang yang memilih untuk mengganti tempoyak dengan santan kelapa untuk menghindari bau dan rasa tempoyak yang cukup menyengat. Selain tempoyak bumbu lain yang digunakan dalam pembuatan Gulai Ikan Patin ini adalah cabe merah, lengkuas, serai, kunyit, bawang merah dan bawang putih
5. BENGKULU
Pendap adalah makanan khas Bengkulu. Makanan ini sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke daerah asal mereka, apalagi pada musim liburan Lebaran seperti saat ini.pendap terbuat dari bumbu-bumbu yang beraneka ragam, seperti bawang putih, kencur, dan cabai giling. Kemudian, bahan-bahan itu dicampur merata dengan parutan kelapa muda.
6. RIAU
Gulai Belacan salah satu masakan khas dari Riau, gulai ini dibuat dengan kuah campuran belacan atau terasi. Bahannya biasanya memakai udang atau ikan.
7. RIAU KEPULAUAN
Otak-otak adalah salah satu makanan khas di Kepulauan Riau, baik di Batam, Tanjung Pinang, maupun di Pulau Penyengat. Pokoknya dimanapun kita makan, penganan ini tidak pernah ketinggalan. Di sini terdapat dua jenis otak-otak yaitu otak-otak yang terbuat dari ikan dan dari cumi yang lebih pedas. Otak-otak ini dibungkus dengan daun kelapa yang berwarna hijau sekalian dengan lidinya, yang kemudian dibakar dengan bara api.
8. SUMATERA SELATAN (PALEMBANG)
Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning.
Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning.
9. BANGKA BELITUNG
Mie atau mi Bangka adalah salah satu dari sekian banyak ciri khas masyarakat pulau bangka, terbuat dari mie basah (kuning) biasa yang disiram dengan kuah berbumbu yang biasanya terbuah dari ikan, udang, cumi, atau kepiting. dan seringkali ditambahi dengan toge atau kecambah, mentimun atau timun, dan kerupuk, lezat bila dihidangkan waktu masih panas, dan ditambahi rasa pedas dari cabe.
Mie atau mi Bangka adalah salah satu dari sekian banyak ciri khas masyarakat pulau bangka, terbuat dari mie basah (kuning) biasa yang disiram dengan kuah berbumbu yang biasanya terbuah dari ikan, udang, cumi, atau kepiting. dan seringkali ditambahi dengan toge atau kecambah, mentimun atau timun, dan kerupuk, lezat bila dihidangkan waktu masih panas, dan ditambahi rasa pedas dari cabe.
10. LAMPUNG
Seruit adalah makanan khas provinsi Lampung, Indonesia, yaitu masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambel terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga. Jenis ikan adalah besarnya ikan sungai seperti belide, baung, layis dll, ditambah lalapan. Sedangkan minumannya adalah serbat, terbuat dari jus buah mangga kwini. Di toko-toko makanan dan oleh-oleh, juga terdapat makanan khas yaitu sambel Lampung, lempok (dodol), keripik pisang, kerupuk kemplang, manisan dll.
Seruit adalah makanan khas provinsi Lampung, Indonesia, yaitu masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambel terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga. Jenis ikan adalah besarnya ikan sungai seperti belide, baung, layis dll, ditambah lalapan. Sedangkan minumannya adalah serbat, terbuat dari jus buah mangga kwini. Di toko-toko makanan dan oleh-oleh, juga terdapat makanan khas yaitu sambel Lampung, lempok (dodol), keripik pisang, kerupuk kemplang, manisan dll.
11. BANTEN
Sate bandeng merupakan makanan khas Banten. Berbeda dengan ikan bandeng biasa, daging sate bandeng empuk dan tidak bertulang. Karena kekhasannya, sate bandeng menjadi oleh-oleh dari Banten.
Banten adalah propinsi yang paling muda di Pulau Jawa. Sebelumnya, Banten merupakan bagian dari propinsi Jawa Barat.
Sate bandeng merupakan makanan khas Banten. Berbeda dengan ikan bandeng biasa, daging sate bandeng empuk dan tidak bertulang. Karena kekhasannya, sate bandeng menjadi oleh-oleh dari Banten.
Banten adalah propinsi yang paling muda di Pulau Jawa. Sebelumnya, Banten merupakan bagian dari propinsi Jawa Barat.
12. JAKARTA
Kerak telor adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.
13. JAWA BARAT (BANDUNG)
Serabi kadang disebut srabi atau surabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Serabi serupa dengan pancake (pannekoek atau pannenkoek) namun terbuat dari tepung beras (bukan tepung terigu) dan diberi kuah cair yang manis (biasanya dari gula kelapa). Kuah ini bervariasi menurut daerah di Indonesia. Daerah yang terkenal dengan kue serabinya adalah Jakarta, Bandung, Solo, Pekalongan dan Purwokerto yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Ada juga surabi Arab yang terkenal karena keunikannya yang terdapat di kota bogor.
14. Jawa Tengah ( Semarang )
Lumpia semarang adalah makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang. Cita rasa lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang ketika pesta olahraga GANEFO diselenggarakan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
15. Yogyakarta
Gudeg (bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.
16. Jawa Timur ( Surabaya )
Rujak cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Dalam bahasa Jawa kata "cingur" berarti "mulut", hal ini merujuk pada bahan irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur),bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam dan irisan tipis-tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus/bumbu dicampur dengan cara diuleg, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak uleg.
17. BALI
Ayam Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh kabupaten di Bali. Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam payangan kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan di jual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tapi juga tamu manca negara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan/restoran. Betutu tidak tahan disimpan lama.
18. NUSA TENGGARA BARAT
Ayam Taliwang adalah makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berbahan dasar ayam yang disajikan bersama bumbu-bumbunya berupa cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat merah, terasi goreng, kencur, gula Jawa, dan garam. Biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya seperti Plecing kangkung.
19. NUSA TENGGARA TIMUR
Catemak jagung adalah makanan khas Nusa Tenggara Timur. Catemak jagung adalah makanan penutup yang terbuat dari jagung, labu lilin, dan kacang hijau yang dimasak dengan bumbu masak penyedap rasa. Tidak seperti warnanya yang manis seperti kolak, catemak rasanya asin.
Catemak jagung adalah makanan khas Nusa Tenggara Timur. Catemak jagung adalah makanan penutup yang terbuat dari jagung, labu lilin, dan kacang hijau yang dimasak dengan bumbu masak penyedap rasa. Tidak seperti warnanya yang manis seperti kolak, catemak rasanya asin.
20.KALIMANTAN BARAT
Bubur Pedas Sambas adalah makan khas dari wilayah sambas di Kalimantan Barat. Meski nama makanan khas tersebut berbanderol kata “pedas” yang akan membuat pencinta kuliner yang tidak suka rasa pedas bergidik ngeri, saat disuguhkan pasti akan minta tambah lagi. Karena, bubur pedas adalah bubur yang terbuat dari campuran sayur mayur dan saat diolah tidak ada dicampurkan bahan cabai sedikitpun.
Bubur Pedas Sambas adalah makan khas dari wilayah sambas di Kalimantan Barat. Meski nama makanan khas tersebut berbanderol kata “pedas” yang akan membuat pencinta kuliner yang tidak suka rasa pedas bergidik ngeri, saat disuguhkan pasti akan minta tambah lagi. Karena, bubur pedas adalah bubur yang terbuat dari campuran sayur mayur dan saat diolah tidak ada dicampurkan bahan cabai sedikitpun.
21. KALIMANTAN SELATAN
Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.
Seperti halnya soto ayam, bumbu Soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.
22.
KALIMANTAN TENGAH
juhu singkah adalah makanan khas masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah, yang sangat lezat. Makanan ini bisa dijumpai di Kota Palangkaraya, Kalteng. Makanan yang terbuat dari umbut rotan ini lebih lezat bila dipadukan dengan ikan betok. Umbut rotan diperoleh warga dengan mencarinya di sekitar hutan tempat mereka tinggal.
juhu singkah adalah makanan khas masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah, yang sangat lezat. Makanan ini bisa dijumpai di Kota Palangkaraya, Kalteng. Makanan yang terbuat dari umbut rotan ini lebih lezat bila dipadukan dengan ikan betok. Umbut rotan diperoleh warga dengan mencarinya di sekitar hutan tempat mereka tinggal.
23. KALIMANTAN TIMUR
Ayam Cincane adalah salah satu kuliner andalan di kota Samarinda. Biasanya, kuliner ini dijadikan hidangan utama ketika masyarakat Samarinda menyelanggarakan pesta pernikahan atau acara menyambut tamu kehormatan. Ketika sedang berwisata kuliner ke kota Samarinda, menu Ayam Cincane dapat dijumpai di beberapa kedai ataupun rumah makan. Daging ayam kampung yang disajikan bersama bumbu berwarna kemerahan menjadi ciri khas tersendiri dari Ayam Cincane.
24. SULAWESI SELATAN
Sup Konro adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif "kuat" akibat digunakannya ketumbar.
Sup Konro adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif "kuat" akibat digunakannya ketumbar.
25. SULAWESI TENGAH (Palu)
Sup Ikan Jantung Pisang adalah makanan khas sulawesi tengah, Tepatnya di kota Palu. Makanan dengan cita rasa yang asam pedas yang segar ini, menggunakan ikan kakap sebagai bahan utama.
26. SULAWESI TENGGARA
lapa-lapa adalah makanan khas sulawesi tenggara, lapa-lapa mempunyai rasa yang guri dan enak, apalagi dikonsumsi dengan ikan kaholeonarore (ikan asin) semakin menambah selerah makan.
kuliner ini jika di jawa mungkin lebih di kenal dengan lepet / lepat,tetapai cara memasak lapa-lapa berbeda dengan lepet/ lepat karena jika lapa-lapa berasnya dimasak bersama-sama santan, sampai setengah matang lalu diangkat. Kemudian didinginkan, dan selanjutnya dibungkus dengan bale (janur). Setelah itu direbus kembali sampai matang. Supaya rasanya lebih guri, lapa-lapanya dikukus agak lama.
lapa-lapa adalah makanan khas sulawesi tenggara, lapa-lapa mempunyai rasa yang guri dan enak, apalagi dikonsumsi dengan ikan kaholeonarore (ikan asin) semakin menambah selerah makan.
kuliner ini jika di jawa mungkin lebih di kenal dengan lepet / lepat,tetapai cara memasak lapa-lapa berbeda dengan lepet/ lepat karena jika lapa-lapa berasnya dimasak bersama-sama santan, sampai setengah matang lalu diangkat. Kemudian didinginkan, dan selanjutnya dibungkus dengan bale (janur). Setelah itu direbus kembali sampai matang. Supaya rasanya lebih guri, lapa-lapanya dikukus agak lama.
27. GORONTALO
Binte Biluhuta adalah makanan khas Gorontalo. Makanan ini biasa juga disebut dengan milu siram, karena terbuat dari milu (bahasa setempat berarti jajung).
Makanan ini terbuat dari jagung manis pipilan ini bisa kita dapatkan di mana-mana di Gorontalo. Berdasarkan tradisi makanan khas inilah sehingga Gubernur pertama Gorontalo, Fadel Muhammad mengembangkan budidaya jagung di daerah ini.
Makanan ini terbuat dari jagung, udang, kelapa setengah tua, belimbing sayur, daun bawang, daun kemangi, bawang merah, jeruk nipis.
Binte Biluhuta adalah makanan khas Gorontalo. Makanan ini biasa juga disebut dengan milu siram, karena terbuat dari milu (bahasa setempat berarti jajung).
Makanan ini terbuat dari jagung manis pipilan ini bisa kita dapatkan di mana-mana di Gorontalo. Berdasarkan tradisi makanan khas inilah sehingga Gubernur pertama Gorontalo, Fadel Muhammad mengembangkan budidaya jagung di daerah ini.
Makanan ini terbuat dari jagung, udang, kelapa setengah tua, belimbing sayur, daun bawang, daun kemangi, bawang merah, jeruk nipis.
28. SULAWESI UTARA
Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado,Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa,Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.
29. MALUKU
Ikan asar adalah ikan cakalang atau tongkol yang dipanggang dengan asap. Biasanya panganan ini dijajakan di pinggir jalan ataupun di pasar-pasar Kota Ambon dan banyak pada sore hari.
Di kota Ambon, tidak sulit untuk mencari makanan ini, Anda cukup berjalan menuju kawasan Galala dan pasar PLTD akan ditemukan banyak berjejer kios pedagang yang memajang daganganya dengan berbagai jenis ikan asap dengan berbagai ukuran dan jenisnya dengan harga yang murah,hanya dengan 25.000 kita sudah dapat membawa pulang ikan asar nan lezat.
Ikan asar adalah ikan cakalang atau tongkol yang dipanggang dengan asap. Biasanya panganan ini dijajakan di pinggir jalan ataupun di pasar-pasar Kota Ambon dan banyak pada sore hari.
Di kota Ambon, tidak sulit untuk mencari makanan ini, Anda cukup berjalan menuju kawasan Galala dan pasar PLTD akan ditemukan banyak berjejer kios pedagang yang memajang daganganya dengan berbagai jenis ikan asap dengan berbagai ukuran dan jenisnya dengan harga yang murah,hanya dengan 25.000 kita sudah dapat membawa pulang ikan asar nan lezat.
30. MALUKU UTARA (Ternate)
gohu ikan adalah Salah satu masakan khas Ternate. Penyebutannya harus lengkap: gohu ikan. Soalnya, kalau hanya disebut gohu, maka artinya adalah rujak pepaya muda yang juga populer di Sulawesi Utara. Gohu ikan khas Ternate dibuat dari ikan tuna mentah. Tidak heran bila banyak orang menyebutnya sebagai sashimi Ternate.
31. PAPUA BARAT
Sesuai dengan namanya, Ikan Bakar Manokwari adalah makanan khas Manokwari, Papua. Tidak seperti ikan bakar yang biasa kita temui di kebanyakan warung ataupun rumah makan, ikan bakar ini memiliki rasa khas yang bisa membuat lidah bergoyang karena tambahan sambal khas Papua yang disiramkan di atasnya. Ikan yang biasa dijadikan bahan masakan ini adalah ikan tongkol.
32. PAPUA TIMUR
Papeda atau bubur sagu, merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua.
Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua. Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun.
Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan di dalam alat yang disebut tumang.
Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.
33. PAPUA TENGAH
Kue Sagu atau Bagea adalah kue yang berasal dari papua, bahan dasar pembuatan kue ini adalah tepung sagu. Kue sagu ini agak keras saat digigit tetapi kalau sudah ada di dalam mulut atau di celup ke air akan cepat lunak/ lembek.





























Tidak ada komentar:
Posting Komentar